Jangan Lupakan Palestina


Tintasiyasi.id.com -- Di tengah bulan suci dan penuh kemuliaan (Ramadan) ini, bumi Palestina kembali diserang oleh laknatullah Zionis Yahudi.

Mereka kembali melancarkan serangan udara dan pengeboman besar-besaran di Jalur Gaza pada Selasa 18 Maret 2025 dan ini menandai dimulainya kembali kampanye genosida setelah sempat mereda selama dua bulan.

Pengeboman tersebut menewaskan setidaknya 308 warga sipil Palestina di Gaza hingga Selasa siang, dan melukai ratusan lainnya, termasuk perempuan, anak-anak, dan lansia seperti dilansir Antara.

Serangan itu juga mengancam nyawa korban-korban yang terjebak di reruntuhan bangunan yang hancur terkena serangan Israel itu. Sungguh biadab Zionis Yahudi, mereka tidak pernah mengenal bulan suci, yang mereka ketahui hanya kekuasaan dan kerakusan. Mereka manusia-manusia biadab yang bertingkah seperti binatang bahkan lebih.

Peristiwa ini sekaligus menjadi peringatan bagi kaum muslimin bahwa two state solustion alias solusi dua negara bukan solusi untuk permasalahan Palestina. Karena tanah Palestina adalah tanah kaum muslimin bukan tanah milik zionis yahudi.

Zionis Yahudi adalah perampok terbengis dan tersadis yang memaksa pemilik tanah keluar dari rumahnya sendiri. Dan permasalahan ini telah jelas disaksikan oleh dunia internasional bagaikan matahari yang terang benderang hatta seorang yang lemah akalnya pun akan sangat mengerti jika hak miliknya diambil paksa oleh seorang pejahat.

Oleh karena itu, solusi untuk Palestina adalah persatuan kaum muslimin dalam naungan khilafah bukan dalam naungan kapitalisme karena hanya khilafah yang bisa mengirim tentara muslim ke Palestina. Khalifahlah yang nanti akan mengirim pasukan kaum muslimin untuk mengusir zionis Yahudi laknatullah dari tanah Palestina.

Sudah saatnya umat Islam mulai merapatkan barisan, tinggalkan semua perbedaan, kedepannya persamaan aqidah dan persaudaraan.

Harus menunggu berapa lama lagi untuk menolong saudara kita di Palestina? Mereka sudah puluhan tahun menderita dan hidup dalam tekanan Zionis Yahudi tetapi tidak ada satu pun negara yang menolong hatta saudara seakidahnya sendiri.

Mereka menghadapi kebengisan tentara Zionis Yahudi atas bantuan Amerika sendirian tanpa ada kekuatan senjata dan dukungan internasional. Bisa dibayangkan jika kita berada dalam posisi itu.

Menjaga Palestina Kewajiban Kaum Muslimin

Jangan sampai kaum muslimin melupakan Palestina yang hari ini tengah menghadapi Zionis Yahudi sendirian demi menjaga tanah suci kaum muslimin.

Karena tugas untuk menjaga tanah suci Palestina hakikatnya adalah kewajiban seluruh kaum muslimin di dunia. Sudah semestinya kaum muslimin disibukkan dengan perkara ini hingga tanah suci Palestina terlepas dari penjajahan.

Selama Palestina masih dalam penjajahan Zonis Yahudi maka kewajiban untuk membebaskannya masih berapa pada pundak kaum muslimin.

Bergembiranya kaum muslimin dalam menyambut lailatul qodar di belahan bumi lain jangan sampai melupakan penderitaan kaum muslimin di Palestina.

Kaum muslimin di seluruh dunia sudah semestinya segera menyadari bahwa penyebab berkepanjangannya penderitaan kaum muslimin Palestina tidak terlepas dari cengkraman sistem kapitalisme dan cara pandang sekularisme saat ini.

Pengemban ideologi ini adalah Amerika dan sekutu-sekutunya. Celakanya negara-negara ini menjadi negara yang paling disegani dan ditakuti oleh negara-negara di dunia padahal hakikatnya para pengemban ideologi ini telah bangkrut dan tak punya kedudukan yang berarti di mata dunia.

Amerika disegani oleh dunia karena opini yang dibangun oleh media mereka dan para sekutunya, padahal faktanya keadaan Amerika sedang tidak baik-baik saja alias menuju gerbang kehancuran.

Jika seluruh dunia menyadari hal ini niscaya penduduk dunia akan meninggalkan Amerika dan sekutu-sekutunya. Zionis Israel pun akan dibumihanguskan karena pelindung utamanya yaitu Amerika sudah tak dijadikan rujukan dunia.

Ketika Amerika dan para sekutunya tak memiliki lagi kekuasaan maka manusia di seluruh dunia akan meninggalkannya. Manusia secara fitrah akan mencari pedoman hidup yang menenangkan dan itu hanya ada pada Islam.

Oleh karena, bersatulah wahai kaum muslimin dalam satu naungan khilafah Islamiyah untuk membantu saudara kita di Palestina. Karena kekuatan negara hanya bisa dihadapi oleh negara.

Para pengemban ideologi kapitalisme mereka mempunyai negara yang menerapkannya sehingga mereka bisa leluasa menguasai kaum muslimin. Kaum muslimin pun harus punya negara yang menerapkan sistem Islam. Karena kekuatan negara hanya bisa dihadapi dengan kekuatan negara pula.

Negara akan punya wewenang untuk mengerahkan pasukan ke Palestina untuk menghadapi zionis Israel yang jumlah angkatan militernya tidak seberapa dibandingkan dengan jumlah militer kaum muslimin di seluruh dunia.

Bangkitlah wahai kaum muslimin dan sadarilah hari ini kondisi kita tengah dijajah oleh sistem kapitalisme yang diemban oleh Amerika dan sekutu-sekutunya. Jangan terlena dengan kenikmatan dunia yang ditawarkan oleh musuh-musuh Allah kepada kalian, karena hakikatnya dunia itu semu dan penuh tipu daya.

Di sepuluh hari terakhir Ramadhan ini, mari kita doakan bersama agar kaum muslimin segera dipersatukan Allah dalam naungan Khilafah dan ini menjadi Ramadhan terakhir tanpa kehadiran Khilafah.

Agar kesengsaraan, penderitaan dan seluruh kesulitan serta kesedihan saudara kita di seluruh dunia terkhusus Palestina segera berakhir berganti dengan kebahagiaan dan ketentraman. Semoga Allah SWT mengijabah doa kita, Aamiin Ya Mujibasailiin.[]

Oleh: Emmy Emmalya
(Analis Mutiara Umat Institute)

0 Komentar